Sosiologi Amerika
Sosiologi
Amerika Awal sampai Modern-Klasik
Kajian sosiologi di Amerika diperkirakan muncul pada awal
tahun 1858 dengan dicantumkannya mata kuliah mengenai masalah sosial yang
diajarkan di Berlin. Istilah sosiologi Comte digunakan George Fitzhugh pada
tahun 1854 dan William Graham Sumner ketika mengajarkan ilmu sosial di Yale
pada awal 1973. Baru pada dekade 1880-an kuliah yang secara khusus bertajuk
sosiologi mulai muncul. Jurusan sosiologi pertama yang dibuka di Amerika, yaitu
di Universitas Kansas pada tahun 1889. Tahun 1892 Albion Small pindah ke
Universitas Chicago dan mendirikan jurusan sosiologi baru. Jurusan Sosiologi
Universitas Chicago menjadi pusat kajian sosiologi Amerika pertama yang penting
perannya dalam kajian ilmu sosial pada umumnya dan teori sosiologi pada
khususnya.
Para sosiolog Amerika awal lebih dianggap sebagai
intelektual sosial yang berciri politik liberal. Ciri liberalisme sosiologi
Amerika awal, pada dasarnya, bertolak dari keyakinan tentang kebebasan dan
pencapaian kesejahteraan individu. Keyakinan itu lebih banyak dipengaruhi oleh
Herbert Spencer yang menerima pandangan evolusioner dari Darwin dan kemudian
dipakainya untuk menganalisis kemajuan sosial. Kemajuan sosial
Spencer-Darwinian itu mengarah kepada pemahaman bahwa fungsi sistem sosial
dapat berevolusi atau mereformasi diri. Dengan demikian, hanya sedikit saja
yang memandang bahwa kapitalisme sebagai
sebuah sistem sosial perlu di kritisi secara revolusioner. Mereka lebih
meliihat bahwa masa depan akan ditandai oleh keharmonisan dan kerja sama
antarkelas daripada perjuangan antarkelas. Berarti dari sudut pandang sosialis,
teori sosiologi Amerika awal membantu merasionalkan eksploitasi, imperialisme
domestik dan internasional, serta ketimpangan sosial yang dipelihara oleh late
capitalism atau Spatkapitalismus.
1.
Aliran Chicago
Jurusan sosiologi
Universitas Chicago didirikan tahun 1892 oleh Albion Small. Karena itu Small
dianggap tokoh penting karena peran yang dimainkannya dalam melembagakan
sosiologi di Amerika Serikat. Ia adalah tokoh penting dalam membuka jurusan sosiologi
di Universitas Chicago yang menjadi pusat kajian sosiologi di AS selama
beberapa tahun. Small, bersama dengan rekan-rekannya, adalah orang-orang yang
pertama kali menulis buku ajar sosiologi tahun 1894. Pada 1895 ia mendirikan
The American Journal of Sociology, sebuah jurnal yang hingga kini merupakan
kekuatan dominan dalam sosiologi. Pada 1905 Small ikut membentuk The American
Sociological Society, asosiasi profesional utama sosiolog Amerika hingga
sekarang. Rasa malu yang diakibatkan oleh singkatan American Sociological
Society [ASS, yang berarti pantat] membuat nama itu diubah menjadi American
Sociological Association [ASA] pada 1954. Jurusan sosiologi Chicago mempunyai
beberapa ciri istimewa. Pertama, ia berkaitan erat dengan agama. Beberapa anggotanya
adalah para pendeta dan anak-anak pendeta. Small yakin bahwa “tujuan terakhir
sosiologi pada dasarnya bersifat Kristen”. Pendapat ini mengarah pada pandangan
bahwa sosiologi di satu sisi harus memusatkan perhatian pada reformasi
teologis-sosial; dan di sisi lain harus bersifat ilmiah. Sosiologi ilmiah yang
bertujuan mencapai kemajuan sosial itu diraktikkan dalam upaya mengembangkan
kota Chicago yang telah dilanda dampak
positif dan negatif dari industrialisasi dan urbanisasi.
2.
Memudarnya Sosiologi Chicago
Sosiologi Chicago mencapai puncaknya tahun 1920-an.
Tetapi sekitar 1930-an, karena kematian Mead dan pindahnya Park, sosiologi
Chicago mulai kehilangan posisi sentralnya dalam sosiologi Amerika. Fred
Matthews menunjukkan beberapa alasan penyebab menurunnya peran aliran Chicago. Dua di antaranya sangat penting.
Pertama, di satu sisi, pertumbuhan sosiologi makin
ilmiah, yakni menggunakan anaisis statistik; sementara di sisi lain aliran
Chicago masih menekankan pada studi deskriptif dan etnografis yang sering
memusatkan perhatian pada orientasi personal dari sasaran studi mereka. Park
sejak semula kurang menghormati analisis subjektivitas, keistimewaan, dan
keunikan. Kedua, makin banyak sosiolog di luar aliran Chicago yang membenci
dominasi aliran Chicago atas American Sociological Society dan American Journal
of Sociology. The American Sociological Society didirikan tahun 1930 dan para
sosiolog dari bagian timur Amerika semakin lantang mengecam dominasi sosiolog
belahan barat pada umunya dan Chicago pada khusunya. Tahun 1935 pemberontakan
menetang aliran Chicago menyebabkan tergusurnya orang Chicago dari sekretariat
American Sociological Society. Berikutnya berdiri jurnal resmi baru, American
Journal Review Keruntuhan aliran Chicago menandai pertumbuhan pusat kekuasaan
sosiologi lain yaitu aliranHarvard. Di sisi lain, Interaksionisme simbolik
makin menurun dominasinya, sudah tidak menentukan lagi, dan akhirnya kehilangan
dlandasan untuk dapat lebih menjelaskan sistem teoretis yang telah tersusun
seperti struktural fungsionalisme yang dikaitkan dengan Liga Ivy.
3.
Aliran Harvard
Pertumbuhan sosiologi di Harvard dapat dirunut dari
kedatangan Pitirim Sorokin pada tahun 1830. Ketika Sorokin tiba di Harvard, di
situ belum ada jurusan sosiologi, tetapi setahun sesudah kedatangan Sorokin,
jurusan sosiologi telah terorganisir dan ia ditunjuk menjadi ketua. Meski
Sorokin adalah seorang pemikir sosiologi dan hingga 1960-an terus menerbitkan
buku, anehnya kini karya Sorokin justru sedikit sekali disebut. Teorinya tak
mampu bertahan melalui ujian zaman. Jasanya lama dikenang dalam mendirikan
jurusan sosiologi di Harvard dan mengangkat Talcot Parsons sebagai instruktur
sosiologi (sebelumnya Parsons menjadi pengajar ekonomi di Harvard). Parsons
menjadi tokoh domianan sosiologi Amerika karena memperkenakan pemikiran teori
sosiologinya sendiri dan karena kebanyakan mahasiswanya sendiri di kemudian
hari menjadi pemikir sosiologi terkenal.
4.
Memudarnya Aliran Harvard
Era 1940-an dan
1950-an adalah tahun paradoksal yang menggambarkan puncak dominasi dan awal
memudarnya fungsionalisme struktural. Pada periode ini Parsons membuat
pernyataan utama yang mencerminkan pergeserannya dari teori tindakan ke
fungsionalisme struktural. Murid-murid Parsons telah tersebar ke berbagai
negara bagian dan menduduki jabatan dominan di banyak jurusan sosiologi
(misalnya, Columbia dan Cornell). Murid-murid ini membuat karya mereka sendiri
yang secara luas diakui menyumbang terhadap teori fungsionalisme struktural.
Namun, segera setelah mencapai hegemoni teoritis,
fungsionalisme strutural menghadapi serangan, dan serangan itu terus meningkat
hingga mencapai puncaknya pada 1960-an dan 1970-an. Ada serangan oleh C. Wright
Mills terhadap Parsons tahun 1959 dan ada kritik lain yang disusun oleh David
Horowitz (1962/1967). Pada 1950-an serangan ini terlihat seperti “serangan
gerilya”. Ketika sosiologi memasuki tahun 1960-an dominasi fungsionalisme
struktrual jelas berada dalam bahaya besar.
5.
Tradisi Modern-Klasik Sosiologi Amerika dan Etnometodologi W. E. B. Du Bois dan
Teori Ras
W. E. B. Du Bois lahir di Great Barrington, Massachusetts,
pada tanggal 23 februari tahun 1868 dan meninggal 95 tahun kemudian di Ghana.
Ia belajar di Harvard di bawah bimbingan para filsuf terkenal di zamannya
seperti; William James. Josiah Royce, dan George Santayana. Kecuali itu, ia
cukup lama mengajar di jurusan sosiologi Universitas Atalanta, meskipun ia
tidak dianggap sebagai pemikir sosiologi. Dia lebih dikenal sebagai intelektual
publik dan pendiri serta pemimpin berbagai organisasi hak-hak sipil, termasuk
National Association for the Advancement of Colored People (NAACP). Akan
tetapi, ada nuansa sosiologi yang kuat dalam berbagai tulisannya dan ada
sejumlah ide abstrak yang dapat dipandang sebagai teori sosiologi, meskipun DU
Bois (seperti halnya Marx) enggan membedakan antara teori dan praktik. Dalam
hal ini, dia tidak tertarik dengan teori dalam dirinya sendiri, tetap lebih
tetrtarik pada ide-ide abstrak demi melayani hak-hak sipil terutama untuk
orang-orang Afrika-Amerika (mereka yang berkulit hitam).
SUMBER BUKU MATERI POKOK
SOSI/4202/3SKS/MODUL6
FILSAFAT SOSIAL
Komentar
Posting Komentar