Demokrasi
Pertama,
bagaimana pendapat Anda mengenai institusi politik di Indonesia sebagai salah
satu pilar demokrasi!
Demokrasi adalah suatu sistem
pemerintahan yang sedang dijalani oleh masyarakat Indonesia. Tujuan dari hal
tersebut adalah menyejahterahkan rakyat.
Hal ini selalu berkaitan diantara para pemimpin atau pengolah negeri
sebagai subjek dengan masyarakat sebagai objek tujuan atau sasaran. Empat pilar yang harus diketahui dan difahami pada era demokrasi adalah
kemampuan mengelola perbedaan secara sehat (1), tidak adanya kekuasaan politis
yang bersifat mutlak (2), akuntabilitas serta transparansi kekuasaan publik
(3), dan partisipasi publik yang tinggi dari setiap warganya (4).
Mengelola Perbedaan menajdi kebersamaan utuh
Indonesia merupakan negeri kepulauan
yang terdiri dari beribu-ribu pulau. Negeri maritim memiiki berbagai macam
kekayaan akan budaya, ras, adat istiadat, bahasa, kuliner dan lainnya. Namun
hal yang perlu dicermati bahwa bagaimana kita menjadi warga Negara yang cerdas
didalam mengelola perbedaan. Kita yang
terlahir dari para nenek moyang kita yang sama yang dapat saling memahami dan
menghargai suatu perbedaan.
Dengan kebersamaan kita yang teguh
beserta I’tikad yang baik mengantarkan kita menjadi Negara yang merdeka
sejahtera. Para pejuang yang mempertahankan harga dan martabat diri bangsa dan
mengusir penajajah hingga terciptalah masyarakat terpelajar di era digital
sekarang. Dengan menghargai perbedaan yang ada akan mengantarkan kepada
ketenteraman serta kedamaian didalam jiwa dan pemikiran kita secara alami. Kita
sebagai rakyat dan pembelajar harus terus menjaga keamanan di Negeri tercinta.
Sehingga keselamatan sesuatu yang penting dan paling utama yang harus dicerna.
Tidak Ada Kekuasaan Mutlak
Kekuasaan merupakan sesuatu yang
mengatur dan mengolah sesuatu secara menyeluruh demi terciptanya keinginan
bersama yang terpelihara dalam keberhasilan. Seorang raja yang memandu haruslah
seseorang yang bijak lagi cerdas. Yang dapat menyatukan bangsa menjadi kekuatan
umat yang kokoh. Pemimpin yang dapat mengantarkan Negeri diposisi Negara maju
dan sukses. Negara yang terpandang karena Akhak mulianya.
Negara yang menyejahterakan
raktyatnya. KeImanan seorang pemimpin akan sangat menentukan jalannya roda
kehidupan yang berlaku. Namun, perlu digaris bawahi bahwa kekuasaan yang
dimiliki pemimpin terpilih tidaklah bersifat mutlak. Dimana badan yang
berwenang mengawasi gerak-gerik dan proses kepemimpinan sang raja. Jadi tidak
ada celah sedikitpun yang melalaikan para pengawas. Para Hakim bijak yang siap
menjatuhkan kepemimpinan yang keluar dari jalur kebenaran. Dan diganti dengan
Raja yang jauh lebih layak.
Akuntabilitas dan Transparansi
Didalam roda kehidupan pemerintahan
rakyat tentunya penasaran dan ingin tahu dengan budget yang dimiliki Negaranya.
Bagaimana kelangsungan sistem keuangan yang berjalan lancar. Maka sebagai
pemerintah yang berwenang diharuskan memberikan gambaran dari keuangan yang
berjalan. Disana tertera pemasukan dan pengeluaran secara detail. Dengan begitu
jelas bahwa dana yang disalurkan pemerintah jelas demi kesejahteraan rakyatnya.
Pembangunan dan program yang
dijanjikan oleh pemerintah haruslah terlaksana sebagai cerminan pemerintah yang
cerdas, pandai, Amanah, dan menyampaikan fakta. Dengan begitu tentu saja angka
pengangguran beserta kemiskinan secara mutlak dientaskan. Keuangan yang adil
merata akan membuat rakyat bahagia. Kepuasan akan pemerintahan merupakan hal
nomor satu yang sangat diproritaskan.
Yang akan menghadirkan perilaku
jujur didalamnya. Yang tentunya akan memperkaya bangsa kita tercinta. Perlu
diketahui bahwa Allah Subhanahu Wata’ala sebagai sang khalik yang kuasa tidak
pernah mengantuk dan tidur didalam mengawasi tingkah laku dan perlakuan
hamba-hambanya. Hal ini dijelaskan dalam Firman Allah Subhanahu Wata’ala dalam
Firmannya QS. Al-Baqoroh Ayat 255 yang sering kita kenal sebagai Ayatul Kursi.
Semoga sistem keterbukaan yang diterapkan di Negara Madani kita dapat menjadi
penyebab Makmurnya Negeri ini. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin
Partisipasi yang Bergairah
Sebagai seseorang Insan yang baik
tentulah kita memiliki rasa keinginan berupa menyampaikan suatu gagasan ide
pokok yang penting. Keinginan tersebut sebagai suatu aspirasi yang perlu
dipertimbangkan oleh masyarakat lainnya. Sebagai orang yang terpelajar dan
memiliki keilmu pengetahuan hendaklah kita terus menambah dan menggali ilmu
tersebut sebagai rasa syukur kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala tercinta. Bahkan
insan dinyatakan oleh Allah Subhanahu Wata’ala didalam Al-Qur’an Surah
Ar-Rahman bahwa
الرَّحْمَنُ (١) عَلَّمَ الْقُرْآنَ (٢) خَلَقَ الإنْسَانَ (٣) عَلَّمَهُ الْبَيَانَ (٤)
الرَّحْمَنُ (١) عَلَّمَ الْقُرْآنَ (٢) خَلَقَ الإنْسَانَ (٣) عَلَّمَهُ الْبَيَانَ (٤)
1. (tuhan) yang Maha pemurah,
2. yang telah mengajarkan Al Quran.
3. Dia menciptakan manusia.
4. mengajarnya pandai berbicara.
Dengan begitu sudah jelas bahwa
seluruh Mukmin didunia ini dipastikan memiliki kecerdasan pembawaan yang
dimilikinya sejak lahir sebagai Anugerah dari Allah yang Maha ESA. Dapat kita
pastikan bahwa sumber segala keilmuan benar tentulah berasal dari Al-Qur’an
Al-Karim yang mengajarkan semua Insan bertawadhu dan Istiqomah didalam
menegakkan Ibadah. Oleh sebab itulah diharapkan semua pendapat dari seseorang
hendaklah tersalur melalui suatu lembaga yang benar. Yang dapat menunjukkan
kepada suatu kejayaan.
Dengan Anugerahnya tersebut kita
dapat menyampaikan bekal ilmu yang kita peroleh. Dengan kegiatan tersebut yang
Insya’allah akan mengangkat Derajat Kita baik di mata Allah Subhanahu Wata’ala
sebagai Rajanya seluruh Insan Muttaqin dan dihadapan sesama penutut ilmu.
Dengan berlomba-lombanya kita dalam menuntut ilmu akan menciptakan suatu
persaingan yang sehat akan pengetahuan.
Dimana dalam suatu forum diskusi
mereka saling menyertakan pendapat-pendapat yang kuat tentunya. Bahkan hal ini
dijelaskan dalm Fiman Allah Subhanahu Wata’ala didalam Suatu Surah yaitu
Asy-Syu’ara. Atau bermajelis fiqih, Agama, dan Taklim demi mencapainya suatu
keputusan bersama yang disetuji oleh sebagian besar anggotanya. Yang akan
memberikan jalan keluar yang tepat bagi golongan tersebut.
Yang akan menenteramkan dan
mendamaikan Jiwa kaum Muslim. Mengantarkan Negara ini pada Keamanan dan
Kesejahteraan. Beserta keselamatan yang kaffah. Kesuksesan yang akan
mengantarkan Kita Umat Islam didalam Kebenaran. Yang selalu berada didalam
jalan yang lurus. Terhindar dari kesesatan. Dengan begitu diharapkan akan
meraih kenikmatan sebagai pemberian yang sempurna dari Allah Subhanahu Wata’ala
apalagi Akhirat yang kekal disisi Allah Subhanahu Wata’ala. Aamiin Yaa Rabbal
Aalamiin.
Pendapat-pendapat dimana yang saling
menguatkan kita layaknya asupan gizi suplemen. Bahkan sebagai Umat Islam kita
diWajibkan saling mengingatkan didalam Kebaikan dan Kesabaran yang jelas
diWahyukan oleh Allah Subhanahu Wata’ala melalui Malaikat Jibril kepada Rasul
Kita Tercinta Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam didalam Firman-Nya
Al-Qur’an Surah Al-Asr. Ayat 1-3
الْعَصْر
Al ‘Ashr: Masa
Al ‘Ashr: Masa
وَالْعَصْرِ ﴿العصر:١
wal ‘ashr
1. Demi masa.
إِنَّ الْإِنسٰنَ لَفِى
خُسْرٍ ﴿العصر:٢
innal insaana lafii
khusr
2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian,
إِلَّا الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟
بِالصَّبْرِ ﴿العصر:٣
illal ladziina aamanuu
wa’amilus shoolihaati watawaashoubil haqqi watawaashoubis shobr
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling
menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.
Didalam menyukseskan kehidupan
bernegara di negeri kita tercinta haruslah terjadi komunikasi yang selaras dan
berkesinambungan didalam perkembangan zaman. Haruslah tercipta kehidupan Negeri
yang bersatu teguh dan kebersamaan yang terus terpelihara. Dengan saling
menginspirasi tentunya kita akan menciptakan suatu kebanggaan didalam dada.
Bersenda gurau bersama didalam perbedaan cara pandang. Harus ada suatu media
yang menjembatani diantara pemerintah dan para pemikir Negeri. Para Mahasiswa
yang senantiasa mengutarakan opininya. Demi kemaslahatan Umat ini di Indonesia.
Sehingga tidak ada jarak diantara
pemerintah dan rakyat sebagai penggagas dan pelaku didalam roda kehidupan yang
Haq. Yang dapat menciptakan pemahaman seorang Raja kepada rakyatnya demi
mengatasi segala problematika yang dihadapi dengan cemerlang. Marilah dengan
kebersamaan yang kita miliki ini akan menciptakan suatu negeri yang Madani
Darussalam. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.
Kedua,
bagaimana anda menjelaskan perubahan sosial di era internet saat ini terutama
dalam hal memperkuat kesadaran kritis untuk tidak mudah mempercayai berita
bohong (hoax) dan juga membudayakan sikap toleran dan anti korupsi!
Di era digital sekarang ini sesuatu
hal yang pasti terjadi akan menuliskan suatu cerita mengenai pemberitaan. Hal
ini berkaitan dengan Agama (Diin), roda pemerintahan, pendidikan, kesehatan,
militer, olahraga dan sebagainya. Melaui media massa terutama internet segala
berita akan cepat menyebar. Dimana mustahil bagi pembelajar usia remaja keatas
zaman sekarang tanpa di fasilitasi oleh android atau laptop.
Masalahnya seseorang yang di
beritakan dalam suatu media tersebut apakah benar adanya sesuai fakta atau
hanya omong kosong. Untuk menggapai hali ini kita harus benar-benar memahami
karakter seseorang atau setidaknya kita menguasai dan memiliki segudang ilmu
pengetahuan mengenai objek yang dituju. Dengan mengenal secara baik atau bahkan
mengidolakan suatu tokoh masyarakat maka kita tidak akan mudah di tipu oleh
berita bohong.
Kita harus dapat memfilter berita
mana yang siddiq dan mana yang hoax. Oleh karena itu kita harus mencerna
terlebih dahulu suatu berita sebelum turut menyertakan berita tersebut ke
khalayak ramai. Jangan sampai terjadi fitnah diantara kita sesama Insan.
Menurut hemat saya, para pelaku hukum harus tegas menegakkan keadilan dan
menangkap para pelaku hoax agar mereka diadili dengan huumann yang setimpal.
Al-qur’an sendiri sudah mengingatkan dalam QS. Al-Hujurat
ayat 6 tentang pentingnya tabayun (klarifikasi). يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا
بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq
datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah
(telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu
kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas
perlakuan kalian.
Kita
sebagai warga Negara yang berpikir maju harus memiliki rasa saling menyayangi
dan tenggang rasa. Dimana persatuan dan kesatuan dijinjung tinngi. Saling
membantu didalam kesusahan dan memecahkan suatu problematika secara bersama.
Saling berbagi di dalam kelapangan dan memelihara ketenteraman bersama. Dengan
begitu keberhasilan atas dasar kerjasama yang kuat akan tercipta.
Penanaman
sikap keadilan harus diterapkan di Negeri Madani ini, dimana penanaman moral
perilaku jujur sudah harus ditanamkan sejak usia dini. Melatih jiwa agar
menempatkan sesuatu pada tempatnya. Semenjak bangku sekolah dasar sikap
religius harus dimiliki masing-masing peserta didik yang Tawadhu. Bahkan
Perintah Shalat pun sudah harus dimulai seorang Mukmin dalam usia 7 tahun.
ﻋَﻦْ ﻋَﻤْﺮِﻭ ﺑْﻦِ ﺷُﻌَﻴْﺐٍ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ
ﻋَﻦْ ﺟَﺪِّﻩِ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻣُﺮُﻭﺍ
ﺃَﻭْﻻﺩَﻛُﻢْﺑِﺎﻟﺼَّﻼﺓِ ﻭَﻫُﻢْ ﺃَﺑْﻨَﺎﺀُ ﺳَﺒْﻊِ ﺳِﻨِﻴﻦَ ﻭَﺍﺿْﺮِﺑُﻮﻫُﻢْ
ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎﻭَﻫُﻢْ ﺃَﺑْﻨَﺎﺀُ ﻋَﺸْﺮٍ ﻭَﻓَﺮِّﻗُﻮﺍ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤَﻀَﺎﺟِﻊِ:
ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﺑﻮﺩﺍﻭﺩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﺼﻼﺓ
Artinya: "Dari Amar bin Syu’aib, dari ayahnya dari kakeknya ia berkata: Rasulullah Bersabda: "Perintahlah anak-anakmu mengerjakan salat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkan salat bila berumur sepuluh tahun, dan pisahlah tempat tidur mereka (laki-laki dan perempuan)" (HR.Abu Daud dalam kitab sholat Hadits shahih; Sunan Abu Daud (2/162/419) , Ibnu Majah (5868) (2/237/84), Hakim (1/197))
Surah Al-‘Ankabut ayat 45. Awal Juz 21. Perintah melaksanakan shalat.
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Allah
Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ
الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ
اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ (٤٥)
Bacalah kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan
laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji
dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar
(keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan. (Q.S. Al-‘Ankabut : 45)
Dengan
takutnya seorang Hamba yang Shalih kepada Allah Subhanahu Wata’ala akan
menciptakan rasa untuk selalu tunduk patuh dan taat kepada perintah-Nya.
Sehingga akan menutup celah untuk berbuat fasik.
Allah Subhanahu
wa Ta’ala berfirman,
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ
أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Orang-orang
yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat)
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs.
ar-Ra’du: 28).
Demikian pula jalan keluar dan penyelesaian terbaik dari
semua masalah yang di hadapi seorang manusia adalah dengan bertakwa kepada
Allah Subhanahu Wata’ala, sebagaimana dalam firman-Nya,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً.
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa
yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar
(dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezeki dari arah yang
tidak disangka-sangkanya.” (QS. ath-Thalaaq: 2-3).
Dalam ayat berikutnya Allah berfirman,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ
أَمْرِهِ يُسْراً
“Barangsiapa
yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam
(semua) urusannya.” (Qs. ath-Thalaaq: 4).
Hemat
saya bahwa dengan mendekatkan diri kepada Allah lah semua permasalahan akan
menemui jalan keluar terbaik. Dengan begitu akan menangkal fikiran buruk. Dan
mengerjakan tugas di kantor atau suatu lembaga semata-mata karena Allah
Subhanahu Wata’ala Karena sesunguhnya semua amal yang kita kerjakan pasti akan
di Hisab oleh Allah Subhanahu Wata’ala di hari kiamat.
Kita
tidak akan pernah mendapatkan kerugian dari amal perbuatan baik yang kita
kerjakan begitupun sebaliknya. Dan kita harus benar-benar yaqin bahwa hanya
kepada Allah Subhanahu Wata’ala lah kita dikembalikan. Sesungguhnya kehidupan
dunia ini hanyalah fana dan sementara. Dan ketahuilah Negeri Akhirat itulah
kehidupan yang sebenarnya. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala meRahmati semua Umat
Islam semuanya. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ (٥٦)
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar
mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S.
Adz-Dzaariyat : 56)
Semoga Negara Indonesia menjadi
negara yang maju dengan adanya seorang pemimpin yang adil yang dapat meniadakan
korupsi sehingga membuat negara ini menjadi makmur dan sejahtera secara
menyeluruh.
Komentar
Posting Komentar