Statistika Dan Penyajian Data

1. Apakah Anda mengikuti proses pelakasanaan jajak pendapat pada saat pemilihan presiden pada tahun 2014? Berbagai lembaga berlomba melakukan suatu proses hitung cepat untuk memprediksi siapakah yang akan menjadi presiden berikutnya. Gambaran ini menunjukkan salah satu pemanfaatan statistika. Betapa kuatnya statistika dalam mempengaruhi kehidupan manusia sehingga ketika terjadi perbedaan maka masing-masing berusaha mempertahankan kredibilitasnya. Kondisi ini juga menunjukkan bagaimana statistika dapat memberikan dampak yang luas bagi manusia. Selain menggambarkan manfaat statistika dimanipulasi untuk kepentingan tertentu. Kita coba lihat kejadian yang ada dalam proses hasil hitung cepat dalam pemilihan presiden tahun 2014.

Selain banyak dimanfaatkan dikalangan politik, dikalangan bisnis statistika juga memegang peranan yang sangat penting. Perusahaan dimanapun selalu mengandalkan pada statistika dalam proses pengambilan keputusan. Baik perusahaan berskala besar maupun perusahaan berskala kecil mengandalkan pada statistika. Dan bukan hanya di sektor ekonomi dan politik, dalam setiap segi kehidupan manusia yang sederhana pun, baik secara sadar maupun tidak sadar mengandalkan pada statistika. Pernakah Anda ragu-ragu, apakah hari ini akan hujan atau tidak? Ketika Anda sampai pada kesimpulan, hari ini akan hujan, Anda akan membawa payung maka Anda juga sudah menerapkan statistika. Dengan kata lain, semua orang secara sadar atau tidak sadar sudah memanfaatkan statistika, dari hal yang sangat sederhana sampai hal yang sangat kompleks.

2. a. Statistika deskriptif: membahas tentang cara-cara pengumpulan data, penyederhanaan angka pengamatan yang diperoleh, serta melakukan ukuran pemusatan dan penyebaran untuk memperoleh informasi yang menarik, berguna, dan mudah dipahami. Dengan kata lain, statistika deskriptif adalah penggambaran data yang telah dikumpulkan. Banyak cara yang bisa digunakan untuk menggambarkan data, bisa menggunakan tabel distribusi, grafik, diagram, atau dalam bentuk narasi.

b. Statistika inferensia: cara menganalisis data serta mengambil kesimpulan (terkait dengan estimasi parameter dan pengujian hipotesis). Statistika inferensia berkaitan dengan analisis sebagian data sampai ke peramalan atau penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan data.

3. Skala bisa kita artikan sebagai perbandingan antarkategori dari sebuah objek yang memiliki nilai berbeda. Dengan demikian, skala yang dimaksud di sini merujuk pada variabel. Jika kita cermati pengertian tentang skala maka kita harus memastikan bahwa ketika kita menentukan skala dari sebuah variabel, harus didasarkan pada kategori yang melekat di dalamnya. Contoh variabel penghasilan, kita bisa kategorikan penghasilan ke dalam kategori 5juta, 7juta, atau 10juta. Dengan kategori yang berbeda sekalipun variabelnya sama, membuat variabel tersebut bisa kita klasifikasikan dalam skala yang berbeda. Sementara itu, pengukuran bisa kita artikan sebagai dasar yang digunakan dalam setiap metode ilmiah. Skala pengukuran diartikan sebagai kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan nilai yang ada pada alat ukur sehingga ketika kita menggunakan alat ukur tersebut, akan menghasilkan data yang sama dalam setiap kesempatan. Dalam statistika dikenal adanya empat skala, yaitu skala nominal, skala ordinal, skala interval, dan skala rasio. Dasar yang digunakan untuk menentukan skala dari sebuah variabel adalah kategori yang dimiliki variabael tersebut. Skala pengukuran ini menjadi penting karena skala yang berbeda akan menentukan uji statistik yang akan digunakan.

4. Klasifikasi berdasarkan bentuk angka atau tidaknya nilai yang diperoleh. Dalam klasifikasi ini, variabel kita bedakan menjadi variabel kuantitatif dan variabel kualitatif.

1)Variabel kuantitatif adalah variabel yang variasi nilainya dalam bentuk angka. Contoh dari variabel kuantitatif antara lain usia dengan variasi nilai 15 tahun, 20 tahun, dan seterusnya. Contoh lain adalah jumlah konsumsi buah dalam seminggu dengan variasi nilai 3 buah, 5 buah, dan seterusnya.

2)Variabel kualitatif adalah variabel yang variasi nilainya tidak dalam bentuk angka. Contoh dari variabel kualitatif antara lain jenis kelamin dengan variasi nilai laki-laki dan perempuan. Contoh lain Lokasi tempat tinggal mahasiswa, dengan variasi nilai Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan seterusnya.



SUMBER: BUKU MATERI POKOK ISIP4215/3SKS/MODUL1-2

PENGANTAR STATISTIK SOSIAL

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan Antarkelompok di Indonesia

Sistem Sosial Talcott Parsons

Sistem Politik