Sosial Budaya

Gagasan perkembangan secara evolusioner dari sebuah masyarakat tidaklah pertama kalli berasal dari pemikiran Spencer, dia hanya mengusungnya atau menerapkannya ke dalam suatu kondisi yang relatif baru, yaitu dengan mencoba mengawinkan gagasan evolusi biologi organik dengan evolusi sosial.
            
Gagasan pemikiran perkembangan progresif dari bentuk-bentuk sosial seperti ini telah tersebar luas pada era pencerahan. Seorang ahlii filsafat seperti Montesqueu mengajukan skema evolusionis yang terdiri dari 3 tahap yaitu tahap  kehidupan ‘liar’ (savage); beternak (babarism); dan peradaban atau pertanian (civilization), yang kemudian menjadi populer di kalangan para ahli teori-teori sosial di abad 19. Lewis Henry Morgan dan Edward B Taylor adalah dua diantaranya yang mengadopsi teori tersebut. Sedangkan Comte menggunakan skema yang berbeda, dengan memusatkan perhatian pada kriteria psikologis. Tiga tahap Comte, yang terkenal, adalah teologis, metafisika dan science (ilmu pengetahuan/ilmiah).
            
Sementara itu, pemikir jaman pencerahan asal Skotlandia, Ferguson, juga telah mengembangkan sebuat teori evolusi sosial-budaya. Dia membedakan tahap barbarisme dari savagery dengan memunculkan milik pribadi; dan pada tahap civilization dengan memunculkan perbaikan kembali terhadap moral dan sistem politik yang lalim. Di lain pihak, Adam Smith meletakkan dasar perbedaan yang penting yaitu antara tahap evolusioner dengan mata pencaarian hidup yang memberikan sifat seperti berburu dan memancing, pastoralisme, pertanian dan perdagangan.
            
Dterbitkannya atau dipublikasikannya karya Darwin mampu memberikan dorongan baru atas perkembangan teori-teori evolusi ini pada abad 19. Karya-karya dan seluruh generasi antropologi evolusionis pun bermunculan. Pemikiran madzab pencerahan dan bukti-bukti dari cross-cultute, sejarah dan bukti arkeologi-mendorong para ahli revolusi ini pada akhirnya mengembangkan skema tandingan dari kemajuan/perkembangan sosial-budaya secara keseluruhan; dan juga menaruh perhatian pada asal mula pranata-pranata yang spesifik seperti religi, perkawinan, keluarga dan seterusnya. Dalam hal ini, Morgan adalah salah satu penganut evolusionis yang paling berpengaruh pada abad 19 ini, yaitu dengan mengadopsi tahapan evolusi perkembangan masyarakat dari Montesque. Teori evolusinya ini kemudian mempengaruhi karya Marx dann Engels serta berbagai teori evolusi yang berkembang selanjutnya.
            
Disiplin ilmu antriopologi memperoleh tempat sebagai salah satu ilmu pengetahuan setelah menerapkan teori, konsep, dan metode sebagaimana yang dikembangkan oleh ilmu pengetahuan alam. Salah satu teori yang dipinjam adalah teori evolusi dari disiplin ilmu biologi. Pemikiran evolusionisme Darwin menyatakan bahwa semua bentuk kehidupan dan jenis-jenis makhluk hidup yang ada di muka bumi ini mengalami proses evolusi. Pemikiran evolusi ini diterapkan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses-proses evolusi sosial budaya masyarakat. Salah satunya adalah pemikiran Herbert Spencer, salah seorang tokoh evolusionis, yang berpendapat bahwa perkembangan masyarakat dan kebudayaan tiap-tiap bangsa di dunia telah atau akan melalui tingkat-tingkat evolusi yang sama (evolusi universal).

SUMBER BUKU MATERI POKOK ISIP4210/3SKS/MODUL2

Pengantar ANTROPOLOGI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Politik

Hubungan Antarkelompok di Indonesia

Sistem Sosial Talcott Parsons