Kebudayaan


a. Sistem pengetahuan (Kognitif)

            Sistem pengetahuan ini terdiri dari pengetahuan yang bermacam-macam seperti pengetahuan tentang alam sekitar, pengetahuan tentang flora dan fauna, pengetahuan tentang zat-zat dan bahan mentah, pengetahuan tentang tubuh manusia, pengetahuan tentang ruang, waktu dan bilangan.


            Setiap bentuk pengetahuan berkaitan dengan unsur kebudayaan yang lain. Misalnya saja pengetahuan tentang alam sekitar akan berkaitan dengan religi dan mata pencaharian hidup. Sistem pengetahuan merupakan unsur kebudayaan yang menjiwai unsur-unsur kebudayaan yang lainnya. Artinya bahwa sistem pengetahuan suatu kelompok  masyarakat akan berimplikasi atau tercermin pada unsur-unsur kebudayaan yang lainnya.

b. Sistem mata pencarian


            Sistem mata pencarian suatu masyarkat ditentukan oleh lingkungan oleh lingkungan geografis tempat tinggalnya. Artinya kalau lingkungan geografisnya merupakan lingkungan pantai maka masyarakatnya akan bermata pencahariannya sebagai nelayan, sedangkan apabila lingkungan tempat tinggalnya adalah pegunungan maka mereka akan bermata pencaharian sebagai petani/peladang.

            Adapun sistem mata pencaharian dapat dikelompokkan dalam berbagai jenis yaitu berburu dan meramu; perikanan; bercocok tanam di ladang; bercocok tanam menetap/sawah; peternakan; perdagangan. Setiap jenis mata pencaharian tersebut juga berkaitan dengan unsur-unsur kebudayaan yang lainnya. Sistem mata pencaharian sering kali disebut juga sistem perekonomian; meskipun penerapan sistem perekonomian lebih diarahkan pada perekonomian masyarakat non industri dan masyarakat industri, yaitu masyarakat sebelum mengenal sistem pasar dan masyarakat setelah mengenal sistem pasar. Secara lebih spesifik masyarakat non industri disebut juga masyarakat non barat, demikian sebaliknya. Mengapa demikian? Banyak asumsi dan anlisis di dalamnya.

c. Sistem kekerabatan

            Mengapa sistem kekerabatan menjadi sesuatu yang penting dalam kebudayaan? Hal ini dikarenakan pada setiap masyarakat kategori-kategori kerabat banyak mempengaruhi atau menentukan tingkah laku individu dalam masyarakat tersebut. Oleh karena itu kekerabatan menjadi penting untuk dibicarakan. Ada tiga hal yang menjadikan seseorang termasuk sebagai kerabat atau bukan kerabat:

1) orang yang berhubungan melalui perkawinan (matrial relation), seperti mertua, menantu, ipar;
2) orang yang berhubungan melalui darah atau keturunan (consanguinal) seperti adik, kakak, paman, bibi, ayah, ibu;
3) orang yang berhubungan melalui pengakuan sosial seperti anak angkat.

            Di samping itu ada tiga prinsip keturunan yang terkait dengan sistem kekerabatan yaitu pertama, prinsip keturunan yang dituntut berdasarkan garis keturunan perempuan yang disebut matrilineal descent. Untuk Indonesia, contoh dari prinsip keturunan ini adalah prinsip keturunan pada etnis Minang Kabau. Prinsip keturunan jenis ini jarang dijumpai di masyarakat. Kedua, prinsip keturunan yang dituntut berdasarkan garis keturunan laki-laki yang disebut patrilineal descent. Prinsip keturunan ini terdapat pada masyarakat Batak, Ambon, sebagian NTT dan lain-lain. Pada prinsip keturunan patrilineal mereka mengenal kelompok keturunan seperti marga (Batak), fam (Ambon), dan sebagainya. Ketiga, prinsip keturunan yang dituntut berdasarkan garis keturunan laki-laki dan perempuan (bilineal descent) Contoh untuk prinsip keturunan ini cukup banyak seperti Jawa, Sunda, Lampung, Bali dan sebagainya.

D. Sistem relligi

            Religi menurut Anthony F. C Wallace adalah seperangkat upacara dan yang diberi rasionalisasi mitos, dan yang menggerakkan kekuatan-kekuatan supernatural dengan maksud untuk mencapai atau untuk menghindarkan sesuatu perubahan keadaan manusia atau alam. Dalam definisi tersebut terkandung makna bahwa untuk dapat mengatasi masalah yang serius adakalanya manusia berusaha mengatasinya dengan memanipulasi makhluk dan kekuatan supernatural melaui upacara-upacara keagamaan. Upacara-upacara tersebut oleh Wallace dipandang sebagai gejala religi yang utama atau “religi sebagai perbuatan” (“religion in action”).

            Bagi manusia  religi atau agama dapat dipandang sebagai kepercayaan, dan pola perilaku yang digunakan untuk mengendalikan aspek alam semesta yang tidak dapat dikendalikan. Dalam sistem religi setiap masyarakat terkandung adanya sistem kepercayaan, kesustraan suci, sistem upacara keagamaan, komuniti keagamaan, ilmu gaib serta sistem nilai dan pandangan hidup.

e. Sistem teknologi dan peralatan hidup

            Sistem teknologi dan peralatan hidup sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan (kognitif) dan geografis dari masyarakat pendukungnya. Semakin tinggi tingkat pengetahuan masyarakat akan semakin canggih sistem teknologi dan peralatannya. Sistem pengetahuan ini antara lain juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan keterbukaan suatu masyarakat terhadap budaya yang lebih maju.

            Perekembangan sistem teknologi suatu masyarakat dimaksudkan untuk mempermudah kehidupan masyarakat, baik yang berkait dengan mata pencaharian maupun dengan kebutuhan hidup yang lain seperti transportasi, komunikasi dan sebagainya. Sebagai makhluk adaptif, manusia akan selalu menyesuaikan teknologinya dengan kebutuhan hidupnya yang akan selalu meningkat dari hari ke hari

f. Bahasa

            Setiap bahasa manusia merupakan sarana untuk menyampaikan informasi dan berbagai pengalaman, baik yang bersifat kultural maupun individual, dengan orang lain. Bahasa juga merupakan suatu sistem yang memungkinkan seseorang mengutarakan keprihatinan, kepercayaan, dan pengertian kita dalam bentuk lambang yang sangat dipahami dan dapat ditaksir oleh orang lain.

            Ada kecenderungan bahwa para individu berbeda-beda dalam cara mereka menggunakan bahasa, karena dipengaruhi oleh variabel-variabel sosial seperti kelas dan status sosial orang yang berbicara. Dengan kata lain melalui gaya bahasanya maka akan dapat diketahui berasal dari status sosial mana orang tersebut. Selain itu orang akan memilih kata-kata sedemikian rupa sehingga dapat menyampaikan sesuatu yang berarti. Sesuatu yang berarti dalam suatu kebudayaan tidak sama antara kebudayaan yang satu dengan yang lainnya.

g. Kesenian
            Seni ialah penggunaan kreatif imajinasi manusia untuk menerangkan, memahami dan menikmati kehidupan. Seni mencerminkan nilai-nilai kebudayaan dan perhatian rakyat, khususnya berlaku untuk kesenian verbal seperti mitos, legenda dan dongeng-dongeng. Dalam melihat kesenian sebagai gejala kebudayaan, para ahli antropologi mengemban tugas yang menyenangan seperti menyusun katalog, memotret, mencatat dan mendiskusikan semua bentuk kegiatan imajinatif yang mungkin terdapat dalam suatu budaya tertentu.

SUMBER BUKU MATERI POKOK

ISIP4210/3SKS/MODUL5

PENGANTAR ANTROPOLOGI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Politik

Hubungan Antarkelompok di Indonesia

Sistem Sosial Talcott Parsons