Probabilita


Penarikan Sampel Probabilita

            Dalam proses penarikan sampel secara probabilita, tentunya prinsip dasar tersebut menjadi landasan dalam melakukan penarikan sampel secara probabilita. Dalam konteks penarikan sampel, pengertian probabilita diterjemahkan menjadi adanya kesempatan yang sama bagi setiap elemen yang ada di populasi untuk terpilih sebagai sampel. Dengan kata lain, ketika sebuah populasi terdiri dari 10 orang maka setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel, dalam hal ini tentunya setiap orang memiliki 1/10 kemungkinan untuk terpilih menjadi sampel. Dalam kondisi ada 1 orang yang memiliki kesempatan berbeda maka teknik penarikan sampel secara probabilita tidak boleh dilakukan. Tentu saja bukan berarti penelitian tersebut dibatalkan, atau kemudian harus mengambil seluruh elemen dalam populasi, namun kita bisa gunakan teknik penarikan sampel yang nonprobabilita.

            Kembali ke penarikan sampel secara probabilita, karena setiap elemen dalam populasi harus memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel maka sayarat utama kita bisa menggunakan teknik penarikan sampel secara probabilita adalah tersedianya kerangka sampel. Kerangka sampel adalah suatu daftar yang berisi seluruh elemen populasi yang tersusun secara acak. Prinsip tersusun secara acak mutlak harus dilakukan, karena jika tidak maka prinsip probabilitanya menjadi hilang.

A. TEKNIK PENARIKAN SAMPEL ACAK SEDERHANA (SIMPLE RANDOM SAMPLING)

            Pernahkah Anda ikut arisan? Prinsip yang digunakan dalam arisan ini merupakan salah satu gambaran sederhana mengenai penarikan sampel secara acak sederhana. Setelah kita menyusun kerangka sampel maka kita mebuat kertas-kertas kecil yang berisi nomor, selanjutnya kita masukkan kedalam kotak. Kita ambil sebanyak yang kita inginkan sehingga nomor yang terambil akan menjadi sampel kita. Tentu saja cara ini akan mudah kita gunakan, jika jumlah populasi kita kecil. Dalam kasus jumlah populasi yang besar, cara ini justru akan merepotkan kita. Bayangkan saja, jika jumlah populasi ada 750 orang maka kita akan kerepotan untuk membuat kertas-kertas kecil sebanyak 750 lembar. Untuk mengatasi jumlah populasi yang besar, kita bisa gunakan alat bantu berupa tabel angka random (acak) . Tabel angka random (acak) adalah tabel yang berisi angka-angka yang tersusun secara acak. Kita dapat menggunakan tabel angka random (acak).

Penarikan Sampel Nonprobabilita
            Bahwa syarat untuk menarik sampel secara probabilita adalah tersedianya kerangka sampel. Jika kita tidak biisa menyusun kerangka sampel maka kita bisa lakukan penarikan sampel secara nonprobabilita. Seperti halnya penarikan sampel secara probabilita, dalam penarikan sampel secara nonprobabilita juga terdapat 4 cara yang bisa dilakukan, yaitu penarikan samel secara sengaja, penarikan sampel secara kebetulan, penarikan sampel bergulir, dan penarikan sampel secara kuota.

A. PENARIKAN SAMPEL SECARA SENGAJA (PURPOSIVE SAMPLING)

            Penarikan sampel secara sengaja didasarkan pada pengetahuan yang dimiliki oleh peneliti terhadap sampel yang akan diambil. Penunjukkan sampel oleh peneliti dilakukan berdasarkan keyakinan peneliti bahwa sampel yang ia pilih benar-benar merupakan bagian dari populasinya. Misalnya saja, jika seorang peneliti (dosen di FHISIP UT) ingin melakukan penelitian tentang tanggapan mahasiswa terhadap pelaksanaan tutorial online di FHISIP UT maka peneliti bisa saja memilih mahasiswa yang ada di kelas tutorial online yang ia kelola untuk dijadikan sebagai sampel. Pemilihan ini didasarkan pada keyakinan peneliti bahwa mahasiswa yang ikut dalam kelas tutorial online yang ia kelola dirasa masih kurang, ia bisa saja meminta rekan dosen lain, yang juga mengelola kelas tutorial online untuk menjadikan mahasiswa peserta tutorial online dikelasnya sebagai sampel. Dengan demikian, dalam konteks ini, peneliti tidak perlu menyusun kerangka sampel, dan bisa memilih siapa saja mahasiswa yang ada di kelas tutorial online yang ia kelola sebagai sampel.

B. TEKNIK PENARIKAN SAMPEL SECARA KEBETULAN

            Prinsip dasar yang digunakan peneliti dalam menentukan sampel adalah kemudahan dalam memilih sampel. Dikatakan secara kebetulan karena memang dalam proses pemilihan sampel didasarkan pada unsur kebetulan. Misalnya saja, peneliti ingin meneliti tentang kepuasan mahasiswa UT dalam proses belajar-mengajar di UT. Salah satu cara yang paling mudah adalah peneliti duduk di ruang tunggu pelayanan mahasiswa, kemudian kepada mahasiswa yang datang ke bagian pelayanan mahasiswa, peneliti menjadikan mahasiswa tersebut sebagai sampel. Cara yang mudah dan peneliti mendapatkan sampel secara kebetulan (kebetulan mahasiswa datang ke bagian pelayanan mahasiswa). Contoh lain, peneliti ingin melakukan penelitian tentang brand image produk komputer. Untuk mendapatkan sampel, peneliti bisa datang ke toko komputer, lalu setiap orang yang datang ke toko itu, dijadikan sebagai sampel. Cara yang mudah untuk mendapatkan sampel, yang didasarkan pada kemudahan mendapatkan sampel.

TEKNIK PENARIKAN SAMPEL KLUSTER (CLUSTER SAMPLING)

            Teknik penarikan sampel acak sederhana, sistematis, dan stratifikasi biasanya digunakan untuk karakteristik populasi yang homogen. Namun, kenyataannya, di dalam ilmu sosial sering kali kita jumpai karakteristik populasi yang heterogen, misalnya saja berdasar tempat tinggal. Di jakarta saja, kita sudah memiliki variasi yang banyak berdasar wilayah Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Kepulauan seribu. Belum lagi, jika kita lihat berdasarkan kecamatan atau kelurahan. Untuk populasi yang demikian heterogen, ada teknik penarikan sampel yang bisa digunakan, yatu teknik penarikan sampel kluster. Seperi halnya teknik penarikan sampel stratifikasi, teknik penarikan sampel ini pun tidaklah murni karena dalam prosesnya, dilakukan pula teknik penarikan sampel acak sederhana atau sistematis.

            Teknik penarikan sampel kluster bisa dilakukan dalam satu tahap, namun bisa pula dilakukan dalam dua tahap atau lebih. Untuk contoh kasus penelitian tentang mahasiswa FHISIP UT, tentunya bisa kita lakukan satu tahap, dimana populasinya dikelompokkan terlebih dahulu dalam jurusan, kemudian secara random dipilih jurusan yang mewakilinya. Setelah jurusan yang mewakili terpilih, kemudian ditarik sampel dengan menggunakan acak sederhana ataupun sistematis.

TEKNIK PENARIKAN SAMPEL SECARA BERGULIR (SNOWBALL SAMPLING)

            Penarikan sampel secara bergulir atau dalam kata lain penerikan metode bola salju didasarkan pada informasi yang didapat dari responden sebelumnya. Biasanya teknik ini banyak digunakan untuk penelitian yang bersifat sensitif atau penuh kerahasiaan. Teknik ini banyak digunakan oleh wartawan yang sedang mencari berita, polisi yang sedang melakukan penyelidikan, dan peneliti yang meneliti topik yang kita sensitif. Misalnya saja, penelitian tentang pelaku pemalsuan ijazah, pelaku seks bebas, pengguna narkoba, dan sejenisnya. Cara yang dilakukan adalah pertama, peneliti melakukan pengumpulan data pada seseorang yang memang sudah diketahui sebagai bagian dari populasi. Kita ambil contoh penelitian tentang seks bebas. Kita melakukan pengumpulan data ke A. Setelah selesai kita tanya ke A, siapa lagi yang bisa dijadikan sampel. Si A hanya mengenal 2 orang, yaitu B dan C. Kemudian B dan C kita jadikan sampel dan kepada B dan C kita tanyakan lagi, siapa saja yang bisa dijadikan sampel. B menyebutkan tiga nama, D, E, dan F, sedangkan C menyebutkan dua nama, yaitu G dan H. Dan begitu seterusnya sehingga dari mulut ke mulut, kita bisa mengumpulkan sejumlah sampel, yang kita dapatkan dengan bertanya kepada responden yang sudah kita jadikan sampel.

SUMBER BUKU MATERI POKOK

ISIP4215/3SKS/MODUL5

PENGANTAR STATISTIK SOSIAL

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan Antarkelompok di Indonesia

Sistem Sosial Talcott Parsons

Sistem Politik