Weber

1. Wewenang legal rasional (rational-legal authority), yakni bentuk hierarki wewenang yang berkembang di dalam kehidupan masyarakat modern. Wewenang ini dibangun atas dasar legitimasi (keabsahan) yang menurut pihak yang berkuasa merupakan haknya. Organisasi-organisasi modern misalnya, terutama yang bersifat politis merupakan tipe dari wewenang jenis ini, dalam hal ini keabsahan si pemegang kekuasaan dalam memberikan perintah berdasarkan peraturan yang  telah disepakati bersama. Keabsahan untuk membuat peraturan dan menjalankannya selalu berdasar pada konstitusi yang ditafsirkan secara resmi. Perintah-perintah yang diberikan berdasarkan norma-norma yang tidak bersifat pribadi perseorangan (impersonal). Para pejabat (officials) adalah pemegang kekuasaan untuk memberi perintah, tetapi dia tidak pernah menggunakan kekuasaan tersebut sebagai hak pribadinya, melainkan dia menggunakan sebagai suatu institusi impersonal. Lembaga ini dibentuk oleh masyarakat atas dasar hukum untuk mengatur kehiidupan mereka.

2. Wewenang tradisional (traditional authority), yaitu jenis wewenang yang berkembang di dalam kehidupan masyarakat tradisional. Wewenang jenis ini mengambil keabsahannya atas dasar tradisi yang dianggap suci. Jenis wewenang yang berdasarkan tradisi dapat dibedakan ke dalam jenis wewenang yang disebut dengan patriarkhalisme dan patrimonialisme. Patriarkhalisme adalah suatu jenis wewenang dalam hal ini kekuasaan didasarkan kepada senioritas. Mereka yang lebih tua atau lebih senior dianggap secara tradisi memiliki kedudukan yang lebih tinggi, sedangkan patrimonialisme adalah jenis wewenang yang mengharuskan seorang pemimpin bekerja sama dengan kerabat-kerabatnya atau dengan orang-orang terdekat yang memiliki loyalitas pribadi kepadanya. Di dalam jenis wewenang yang bersifat patriarkhalisme dan patrimonialisme ini, ikatan-ikatan tradisional memegang peranan utama. Si pemegang kekuasaan adalah mereka yang dianggap mengetahui tradisi yang disucikan. Penunjukkan wewenang lebih didasarkan kepada hubungan-hubungan yang bersifat personal serta kepada kesetiaan pribadi seseorang kepada sang pemimpin yang terdahulu. Contoh dari patriarkhalisme adalah wewenang ayah, suami, anggota tertua di dalam rumah tangga, anak tertua terhadap anggota keluarga yang lebih muda, kekuasaan seorang bangsawan atas orang taklukannya. Contoh dari patrimonialisme adalah wewenang seorang raja yang mengangkat para pejabat bawahannya dari kalangan keluarga atau kerabat dekat kerajaan sendiri, bahkan dikalangan pemerintahan pun hal itu dapat terjadi. Seorang kepala desa, misalnya mengangkat kepala urusan, ataupun sekretaris desa, dan sebagainya dari kalangan keluarga atau kerabat dekatnya. Hal itu dapat menimbulkan masalah ketika pengangkatan bawahannya itu kurang mempertimbangkan kemampuan profesionalisme di bidangnya. Ciri khas dari wewenang patriarkhalisme maupun patrimonialisme adalah adanya sistem norma yang dianggap keramat yang tidak dapat diganggu gugat. Pelanggaran akan menyebabkan adanya bencana baik yang bersifat gaib maupun yang bersifat religius.

3. Wewenang kharismatik (charismatic authority). Wewenang kharismatik ini adalah wewenang yang dimiliki seseorang karena kualitas yang “luar biasa” yang dimilikinya. Kharisma harus dipahami sebagai kualitas “luar biasa”, tanpa memperhitungan apakah kualitas itu sungguh-sunggguh ada (dimiliki) ataukah hanya berdasarkan dugaan orang belaka. Jadi, wewenang kharismatik adalah penguasaan atas diri orang-orang baik secara predominan eksternal maupun secara predominan internal, dalam hal ini pihak si tertakluk menjadi tunduk dan patuh karena kepercayaan kepada kualitas luar biasa yang dimiliki orang tersebut. Para ahli guna-guna, dukun, penyihir, nabi, rasul, ulama, pemimpin suku atau pemimpin partai pada kondisi-kondisi tertentu dpat berlaku dengan wewenang kharismatik ini.

Etika Protestan dan Pertumbuhan Kapitalisme Modern

            Karya Weber yang termasyur berjudul The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism (1904) yang mengemukakan teori asal mula kapitalisme modern. Karakteristik dari spirit kapitalisme modern menurut Weber sebagai berikut.

a. Usaha-usaha ekonomi diorganisir dan dikelola secara rasional di atas landasan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan sehingga perusahaan-perusahaan dapat berkembang secara pesat.
b. Berkembangnya pemilikan/kekayaan pribadi. Kekayaan milik pribadi tidk dibatasi oleh negara.
c. Berkembangnya produksi untuk pasar. Produksi dilakukan tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan sendiri, tetapi untuk kebutuhan pasar.
d. Produksi untuk massa dan melalui massa. Artinya, produksi diupayakan untuk menjangkau kebutuhan masyarakat luas.
e. Produksi untuk uang. Artinya, produksi berorientasi pada profit yang berupa uang.
f. Anthusiasme, etos kerja, dan efisiensi yang maksimal. Mereka yang tidak memiliki vocational ethics akan mengalami keruntuhan, dan yang mereka memiliki itu dengan baik akan berhasil meningkatkan prestasi hidupnya. Vocational ethics merupakan tingkah laku yang menonjol dari spirit kaitalisme modern.

            Menurut pengabdian manusia kepada panggilan kerja. Kerja adalah merupakan suatu tujuan prinadi dari setiap orang, kerja tidak dipandang sebagai kegiatan yang bersifat  tiba-tiba sebagai sesuatu yang melekat di dalam eksistensi hidup manusia (hidup itu sendiri adalah kerja). Masyarakat kapitalis memandang manusia terutama sebagai pekerja dan tidak peduli apapun yang menjadi pekerjaan mereka.

            Permasalahan yang muncul dari ekonomi kapitalis, yaitu di satu pihak berkembangnya rasionalisme, utilitarinisme, rangsangan untuk berinisiatif, dan menemukan hal-hal baru melalui berbagai sarana yang mungkin, dan di lain pihak terjadi reduksi (penyusutan atau penyederhanaan) besar-besaran dari tradisionalisme dalam hal yang dipandang tidak efisien, kuno, dan bersifat takhayul, irasional, dan segala sesuatu yang tidak sempurna dipandang dari sudut metode-metode rasional.

            Semua elemen-elemen demikian itu dianggap sebagai suatu tipe ideal dan karakteristik kapitalisme modern. Sesungguhnya, karakteristik kapitalisme modern yang didambakan ini sangat jauh berbeda dengan bentuk-bentuk kapitalisme kuno dan bahkan kapitalisme dalam abad pertengahan. Spirit dari kapitalisme modern yang dicitrakan sedemikian itu adalah merupakan gejala khusus dari masyarakat Barat yang modern. Semua elemen-elemen di atas itu kemudian termasuk di dalam masyarakat kapitalis dalam berbagai bentuk dan kondisi tertentu seperti berikut.

a. Perhitungan modal dan pengelolaan usaha secara rasional. Artinya, perhitungan modal harus dilakukan secara cermat seperti menggunakan prinsip-prinsip akutansi. Demikian pula, dalam hal pengelolaan maka perlu menggunakan prinsip-prinsip manajemen modern sehingga diperoleh hasil yang efisien dan efektif.
b. Pengerahan segala sarana produksi secara tepat  guna. Artinya, penggunaan berbagai sarana produksi harus sesuai dengan kebutuhan dan ketetapan pemanfaatannya.
c. Penggunaan teknik-teknik produksi nasional. Artinya, dalam menggunakan teknik produksi harus mengacu pada kebutuhan nasional.

SUMBER BUKU MATERI POKOK

SOSI4201/4SKS/MODUL8

TEORI SOSIOLOGI KLASIK

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Politik

Hubungan Antarkelompok di Indonesia

Sistem Sosial Talcott Parsons