Ekonomi Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan

Mata Pencaharian di Perkotaan

    Kota adalah pusat pemerintahan dan perdagangan/kegiatan ekonomi. Penduduk kota biasanya lebih padat daripada penduduk desa. Penduduk kota umumnya bersifat campuran antara penduduk asli dengan warga pendatang, bahkan juga dengan warga negara asing. Mata pencarian di kota umumnya lebih banyak dan lebih bervariasi. Mata pencarian penduduk kota antara lain sebagai berikut.

a. Pekerja jasa

Pekerja jasa ialah orang-orang yang memberikan pelayanan sesuai keahlian yang dimiliki. Contohnya dokter, sopir, guru, penjahit, pegawai salon, konsultan, pengacara, dan banker. 

Hubungan yang tercipta antara kota dan desa pada bidang ini adalah contoh penumpang dapat menjangkau antar lokasi pedesaan dan kota melalui alat transportasi seperti mobil.

b. Karyawan swasta

Jumlah golongan ini sangat besar di daerah perkotaan. Mereka bekerja pada kantor-kantor swasta/instansi yang bukan milik pemerintah. Para karyawan ini mendapat penghasilan yang tetap setiap bulan dengan beberapa jaminan sosial yang lainnya. Contoh: karyawan bank-bank swasta, karyawan perusahaan asing, dan lain-lain.

Akibat dari adanya bidang ini maka mengharuskan mayoritas penduduk desa menyimpan sebagian uang dan kekayaannya di bank daerah perkotaan. Hal ini bertujuan agar harta yang dimiliki lebih aman.

c. Wiraswasta

Wiraswasta ialah golongan penduduk yang mempunyai tekad kuat, jujur, pekerja keras. Contoh wiraswasta ialah orang yang membuka usaha bengkel, orang yang membuka toko, dan lain-lain.

Contoh hubungan yang terjadi pada bidang ini adalah kebutuhan akan peralatan otomotif yang tersedia di daerah kota umumnya. Maka akan berdampak pembenaran mobil yang mengalami kerusakan di daerah kota.

d. Pedagang

Para pedagang yang ada di wilayah perkotaan antara lain pedagang grosir/agen besar, pedagang agen, pedagang eceran/distributor, pedagang kaki lima, dan pedagang asongan/keliling.

Pada bidang ini pedagang distributor yang ada dii daerah pedesaan harus mengambil barang pada pedagang grosir yang ada di daerah kota. Dengan tujuan agar dapat meraih keuntungan dari perniagaan yang ia lakukan.

e. Buruh dan tenaga harian lepas

Di kota besar banyak sekali pabrik-pabrik. Banyak sekali penduduk kota yang menjadi buruh pabrik. Misalnya, buruh di pabrik sepatu, pabrik suku cadang kendaraan, pabrik minuman, dan lain-lain

Selain itu ada juga yang menjadi buruh lepas. Mereka diberi upah berdasarkan tenaga yang telah digunakan. Contoh: kuli bangunan, kuliangkut pasar/swalayan, kuli angkut pelabuhan, kuli angkut stasiun/terminal, dan tukang sampah

Pada bidang ini memberikan opsional bagi para pencari kerja yang berasal dari desa untuk mendapatkan pekerjaan di daerah perkotaan

Kegiatan penduduk desa berada di sektor ekonomi primer yaitu bidang agraris

a. Petani

Ada dua jenis petani, yakni petani pemilik lahan dan petani penggarap. Petani pemilik lahan mengolah lahan pertaniannya sendiri. Petani penggarap mengerjakan sawah/ladang yang bukan miliknya sendiri. Mereka mengolah sawah atau ladang tuan tanah atau petani lain. 

Pada bidang ini hasil dari kegiatan produksi beras yang didapat mayoritas diprodusi ke daerah perkotaan

b. Buruh tani

Buruh mengerjakan tanah pertanian sebagai tenaga harian lepas. Penghasilan buruh tani biasanya rendah. Mereka diberi upah oleh para tuan tanah.

Para buruh tani berusaha bercocok tanam untuk menghasilkan produksi yang akan disalurkan ke daerah perkotaan

c. Pedagang hasil bumi

Pedagang hasil bumi menjual barang-barang hasil bumi ke pasar di kota. Biasanya mereka datang ke desa-desa untuk membeli hasil pertanian. Mereka membeli padi, jagung, sayur-mayur, buah-buahan dan sebagainya.

Pada bidang ini sayur-mayur dan buah-buahan merupakan kebutuhan pokok yang sangat bermanfa’at bagi tubuh. Oleh karenanya, suplai dari masyarakat pedesaan akan sangat membantu para masyarakat kota mendapatkan suplai gizi dan nutrisi yang seimbang.


d. Pengrajin alat-alat rumah tangga dan alat pertanian

Para pengrajin ini biasanya membuat alat-alat rumah tangga dan alat-alat pertanian. Alat-alat rumah tangga misalnya kompor, panci, rak piring, dan sebagainya. Alat-alat pertanian misalnya cangkul, bajak, dan sabit.

Kreativitas masyarakat desa patut diacungi jempol. Mereka begitu rajin di dalam berkarya menghasilkan alat-alat rumah tangga yang dapat digunakan oleh masyarakat kota dalam kehidupan sehari-hari.

e. Peternak

Selain sebagai petani, biasanya penduduk juga memelihara ternak. Contoh hewan yang dipelihara adalah sapi, kambing, ayam, dan itik. Namun, ada juga yang khusus menjadi peternak. Biasanya peternak memelihara hewan ternak dalam jumlah besar. Mereka biasanya memelihara sapi perah, ayam potong, ayam petelor, dan ikan air tawar.

Pada bidang ini tentunya suplai asupan gizi yang seimbang berasal dari daging. Tidak hanya itu kebutuhan akan daging terutama dalam musim Qurban membuat para peternak mendapatkan pesanan yang banyak akan kambing, domba, sapi, banteng dll.

f. Buruh musiman 

Buruh musiman adalah orang-orang dipekerjakan pada musim tanam dan musim panen. Buruh tani mencari kegiatan pekerjaan yang lain bila mereka sudah selesai mengerjakan sawah.

Pada bidang ini tentunya pemasok makanan utama ke daerah perkotaan berasal dari desa. Oleh karena itu diperlukan para pekerja yang handal untuk memproduksi hasi makanan.

g. Lain-lain

Sebagian masyarakat bekerja sebagai pedagang, pegawai/karyawan, dan pekerja jasa.

Para pekerja jasa di daerah pedesaan yang memiliki skill dan kemampuan khusus tentunya akan dapat diandalkan pada persaingan pekerja yang dapat tempat di kota.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Politik

Hubungan Antarkelompok di Indonesia

Sistem Sosial Talcott Parsons