Robert Ezra Park


            Menurut Park, sosiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari  perilaku kolektif. Dari definisi ini, terlihat bahwa ketika Park ingin menganalisis struktur sosial, sebenarnya ia hanya mengutamakan studi dari proses sosial. Menurut pandangan Park, masyarakat tepatnya dilihat sebagai produk dari interaksi yang terjadi antarindividu yang dikontrol oleh seperangkat tradisi dan norma yang muncul dalam proses interaksi tersebut. Kontrol sosial merupakan fakta yang menonjol dan permasalahan utama dalam masyarakat. Masyarakat di mana saja merupakan suatu organisasi pengawas. Fungsinya adalah mengatur, mengintegrasikan, dan mengarahkan kekuatan penghuninya (individu-individu yang membentuk masyarakat tersebut). Dengan demikian, sosiologi merupakan suatu sudut pandang dan metode untuk menginvestigasi prooses. Di sini, individu dibujuk untuk bekerja sama dalam suatu bentuk organisasi yang disebut dengan masyarakat.

            Kontrol sosial mengacu pada berbagai cara saat perilaku kolektif itu diatur, disalurkan, dan ditahan. Proses sosial melibatkan bentuk dari permusushan, konflik, dan kompetisi. Kontrol sosial ini berfungsi mengatur semua itu. Apakah kontrol sosial itu muncul dari anggota kerumunan atau mengkristal menjadi opini publik dan hukum, tetapi yang pasti kontrol sosial selalu bekerja untuk menagatur kompetisi, mendamaikan konflik, dan mngekang individu untuk memenuhi aturan dalam tatanan sosial. Namun, kontrol sosial tidak dapat membuat keadaan masyarakat menjadi seimbang. Kenyataannya, permusuhan itu diatur oleh mekanisme kontrol, tetapi tidak berarti mereka terhapuskan. Permusuhan itu hanya menjadi tak tampak atau berubah menjadi suatu aluran yang dapat diterima secara sosial. Hal tersebut dinyatakan oleh Park sebagai berikut (Coser, 1971:358).

Every society represents an organization of elements more or less antagonistic to each other but united for the moment, at least, by an arrangement which defines the reciprocal relations and respective sphere of action of each ....

“Setiap masyarakat mewakili suatu organisasi dengan elemen-elemennya, paling tidak ada yang saling berlawanan satu sama lain, tetapi tetap membentuk satu kesatuan, dengan adanya suatu pertauran yang mengatur hubungan timbal-balik dan setiap tindakan dalam lingkungannya masing-masing.

            Bagi Park, tatanan sosial yang relatif lebih stabil merupakan suatu alat dari kontrol sosial yang sementara telah berhasil menahan kekuatan permusushan sampai suatu penyesuaian diri masing-masing pihak yang bermusushan telah tercapai. Ketika penyesuaian diri sementara dapat tercapai, penyesuaian diri tersebut tidak akan pernah bersifat permanen, paling tidak dalam masyarakat modern, karena kelompook dan individu baru akan selalu muncul dan mengklaim hak mereka terhadap nilai-nilai yang berharga serta menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan penyesuain diri sebelumnya. Misalnya, pertikaian antara kelompok masyarakat Kumba dan kelompok masyarakat Tenda, Flores Barat, yang secara adat bersaudara. Mereka bertikai karena memperebutkan tanah (lingko) yang kemudian secara adat diputuskan bahwa kelompok masyarakat Kumba sebagai pihak yang mengerjakan tanah tersebut. Akan tetapi, setelah sekian lama, terjadi pertikaian kembali antara kedua kelompok tersebut oleh generasi berikutnya karena kesepakatan adat yang dulunya sudah mereka terima ternyata dalam beberapa hal dilanggar. Pelanggaran atas kesepakatan tersebut disebabkan tanah yang pernah mereka perebutkan tersebut, akibat dari pembangunan jalan, nilainya menjadi semakin mahal.

            Kontak sosial akan terwujud ketika pemikiran satu orang dapat terkomunikasikan pada pemikiran orang lain sehingga setiap orang dapat saling mempengaruhi satu sama lain. ketika kontak sosial terjadi, kompetisi yang tidak terjadi disadari tadi menjadi konflik yang terbuka atau disadari dan orang yang berkompetisi menganggap orang lain sebagai lawan atau musuh. Kembali pada contoh di atas, Anda akan menganggap sesama pencari kerja (bahkan yang Anda kenal) tidak lagi sebagai teman, tetapi lebih sebagai saingan/lawan sehingga Anda berharap Andalah yang akan mendapat pekerjaan tersebut. Kompetisi adalah suatu gejala yang universal dan selalu terjadi dalam masyarakat manusia. Kompetisi tersebut akan memberikan posisi kepada seseorang dalam tatanan ekonomi dan masyarakat.

            Konflik pada sisi yang lain cenderung bersifat temporer dan personal. Ketika kompetisi merupakan perjuangan untuk mendapatkan suatu posisi dalam tatanan ekonomi dan masyarakat, status individu atau kelomok dalam tatanan sosial ditentukan oleh pesaingan, perang, atau konflik (Coser, 1971:359). Kompetisi akan menentukan posisi individu dalam lingkungan, sedangkan konflik memantapkan posisi individu di masyarakat. Contohnya, apabila untuk mendapatkan pekerjaan Anda memperolehnya melalui kompetisi, untuk memantapkan posisi Anda di kantor, Anda melakukannya melalui konflik, persaingan dan perang. Akbar Tanjung harus bersaing dengan Yusuf Kalla untuk memantapkan posisinya di Golkar atau Pemerintah RI harus berkonflik dengan GAM untuk memantapkan kekuasaan di Aceh.

            Penyesuaian diri menggambarkan adanya penghentian konflik. Maksudnya, sistem alokasi dari status dan kekuasaan serta hubungan antara yang dikuasai dan penguasa telah ditentukan dan dikontrol melalui hukum dan aturan-aturan. Dalam penyesuaian diri, perlawanan atau permusuhan untuk sementara diatur dan konflik tidak lagi menjadi tindakan manifes (yang dinyatakan), melainkan menghilang menjadi tindakan laten (yang disembunyikan). Ini berarti konflik itu masih berpotensial untuk menjadi konflik yang terbuka. Penyesuaian diri, seperti kontrol sosial pada umumnya, sangat rapuh dan sangat mudah mengalami gangguan. Menurut Park, penyesuaian diri dan tatanan sosial hanyalah adjusment yang bersifat sementara dan mungkin pada suatu saat terganggu oleh konflik yang bersifat laten dan mamaksa mengurangi pengekangan yang sebelumnya diberlakukan. Contohnya adalah penyesuaian diri dalam bentuk gencatan senjata atau berdamai antara etnis Dayak dan etnis Madura pada konflik Sambas (Pontianak) beberapa waktu yang lalu melalui sejumlah kesepakatan sehingga konflik menjadi bersifat laten. Akan tetapi, konflik laten ini pada waktu yang lain bisa jadi kembali berkembang menjadi konflik manifes.

            Robert Ezra Park mengemukakan beberapa konsep yang dianggap sebagai fokus perhatian dalam sosiologi, antara lain perilaku kolektif, kontrol sosial, proses sosial, perubahan sosial, tatanan biotik, dan tatanan sosial serta jarak sosial.

            Menurut Park, sosiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari perilaku kolektif sehingga masyarakat dilihat sebagai produk dari interaksi yang terjadi antarsetiap individu yang dikontrol oleh seperangkat tradisi dan norma yang muncul dalam proses interaksi tersebut. Kontrol sosial mengacu pada berbagai cara saat perilaku kolektif itu diatur, disalurkan, dan ditahan. Park membedakan empat proses sosial yang utama, yaitu kompetisi, konflik, penyesuaian diri/accomodation, dan asimilasi.

            Park meyakini bahwa perubahan sosial melewati tiga tahap. Ini dimulai dari ketidakpuasan, kerusuhan yang mengarah pada adanya gerakan sosial, dan kemudian berakhir pada penyesuaian baru dengan aturan yang telah diperbarui.

            Beranjak dari pemikiran Darwin tentang tatanan biotik, Park memunculkan konsep tentang komunitas. Setiap kehidupan di komunitas dominasi umumnya merupakan hasil dari perjuangan di antara spesies yang berbeda untuk sesuatu yang langka. Sementara itu, suksesi merupakan beragam tahapan, yaitu perubahan yang teratur bagi komunitas biotik yang melewatinya dalam tahapan-tahapan perkembangannya. Dalam tatanan sosial, yang berbeda dengan tatanan ekologi, manusia berpartisipasi sebagai individu yang memiliki kesadaran diri dalam berkomunikasi dengan yang lainnya dan kemudian terlibat dalam tindakan kolektif. Tatanan sosial memperhalus dampak dari kompetisi untuk bertahan melalui kontrol sosial dan keterlibatan dalam menjalankan tugas di masyarakat.

            Sementara itu, jarak sosial yang mengacu pada konsep adanya tingkat kedekatan yang muncul antarkelompok dan individu. Semakin jauh jarak sosial antarindividu dan kelompok semakin sedikit kemungkinan bagi mereka untuk dapat saling mempengaruhi satu sama lain.

SUMBER BUKU MATERI POKOK

SOSI4201/4SKS/MODUL11

TEORI SOSIOLOGI KLASIK

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan Antarkelompok di Indonesia

Sistem Sosial Talcott Parsons

Sistem Politik