Variabel, Bivariat, Multivariat

 ASSALAMU’ALAIKUM. WR. WB

1. Buatlah contoh variabel untuk setiap skala pengukuran yang ada !

RAGAM VARIABEL

            Dibandingkan dengan pengujian univariat, penggunaan variabel terutama pada pengujian bivariat dan  multivariat akan lebih beragam. Pada pengujian bivariat, kita akan menemukan dua jenis variabel yaitu variabel bebas (indpendent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Apakah kejadian atau perubahan dalam suatu variabel disebabkan oleh kejadian dari variabel yang lainnya ? Kalau ya, maka variabel yang menyebabkan terjadinya perubahan tersebut disebut sebagai variabel bebas (independent variable), atau sering juga disebut variabel pengaruh. Sedangkan variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas tadi, disebut variabel tidak bebas (dependent variable), atau sering juga disebut variabel terikat.

            Ada tiga hal yang sebaiknya diperhatikan ketika menentukan kedudukan variabel-variabel ini, yaitu :

a. perhatikan urutan waktu, variabel mana yang terjadi lebih dulu dibandingkan dengan variabel lain;

b. perhatikan dampak, variabel mana yang merupakan dampak atau akibat dari adanya variabel lain;

c. perhatikan teori yang dijadikan dasar sumber.

            Namun demikian, bukan berarti di dalam penelitian kuantitatif pasti akan terdiri dari dua variabel. Ada juga penelitian yang terdiri dari 3 variabel atau bahkan lebih. Variabel inilah yang disebut variabel kontrol. Variabel kontrol dapat dibedakan menjadi :

a.Variabel pendahulu (antecendent variable) yang memiliki kedudukan sebagai variabel yang mendahului terjadinya variabel bebas. Variabel ini merupakan variabel yang mengakibatkan perubahan pada variabel bebas. Jika variabel ini dihilangkan, maka hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat tidak hilang atau tidak berubah.

b. Variabel antara (intervening variable) yang memiliki kedudukan sebagai variabel yang berada di antara variabel bebas dan variabel terikat. Keberadaan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat tergantung dari keberadaan variabel ini karena variabel bebas harus mempengaruhi variabel antara terlebih dulu baru kemudian variabel antara ini yang dapat menimbulkan perubahan pada variabel terikat.

c. Variabel penekan (suppressor variable) merupakan suatu variabel yang mengubah hubungan. Awalnya antara variabel bebas dan variabel terikat tidak ada hubungan. Namun setelah dihadirkan variabel ketiga, maka hubungan antara variabel bebas dan terikat tersebut menjadi tampak. Contohnya : Sebenarnya tidak ada hubungan antara variabel jarak rumah sakit dengan puskesmas dengan variabel frekuensi kunjungan ke puskesmas. Daerah yang banyak memiliki sarana kesehatan alternatif, maka frekuensi kunjungan ke puskesmas pun akan lebih kecil walaupun jarak rumah dengan puskesmas tidak terlalu jauh, atau sebaliknya.

d. Variabel penganggu (distorter variable) yaitu pada awalnya hubungan antara variabel bebas dan terikat adalah hubungan yang positif. Namun ketka dihadirkan variabel ketiga, hubungan tersebut menjadi negatif. Contohnya : terdapat hubungan yang kuat positif antara kelas sosial dan sikap terhadap hak sipil. Ketika dihadirkan variabel ketiga yaitu ras, pada ras kulit putih hubungan antara kelas sosial dan sikap terhadap hak sipil menjadi negatif lemah dan pada ras kulit hitam, hubungan antara kelas sosial dan sikap terhadap hak sipil menjadi positif kuat.

2. Buatlah suatu hubungan bivariat dan multivariat, serta jelaskan masing-masing kedudukan variabel yang ada !

            Dalam pengujian statistik sosial, kita mengenal tiga jenis pengujian, yaitu pengujian satu variabel (univariat), dua variabel (bivariat), atau lebih dari dua variabel (multivariat).

            Sebelum menjelaskan ragam pengujian tersebut, akan diuraikan kembali definisi dari variabel. Setiap fenomena dalam masyarakat atau yang disebut sebagai gejala sosial dapat dinyatakan dalam variabel (variable). Variabel merupakan konsep yang mempunyai variasi nilai/intensitas/jumlah. Biasanya variasi nilai/intensitas/jumlah ini disebut dengan kategori yang menggambarkan atribut dari variabel tersebut. Contohnya : Jika kita akan mengukur bagaimana pendidikan seseorang, maka dapat dilihat dari berbagai macam variabel. Ada yang menggunakan variabel tingkat pendidikan, lama pendidikan, jenis pendidikan, jenjang pendidikan, atau biaya pendidikan.

            Misalnya, kita menentukan variabel jenis pendidikan. Maka kita akan memiliki tiga variasi dari jenis pendidikan ini yaitu pendidikan formal, informal, dan nonformal. Jika variabel jenjang pendidikan formal yang digunakan maka variasi yang berupa kategori jawaban dari variabel ini dapat dibuat menjadi : Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Perguruan Tinggi.

            Pengujian univariat akan kita gunakan jika pada tujuan penelitian kita hanya akan menggambarkan keberadaan satu variabel saja. Contohnya, kita tertarik untuk mengetahui bagaimana sikap masyarakat terhadap poligami. Pada penelitian ini, variabel yang kita gunakan hanya satu, yaitu sikap, sedangkan poligami dalam hal ini hanya menajdi obyek dari sikap.

            Pengujian bivariat akan kita gunakan jika pada tujuan penelitian kita akan menggambarkan hubungan di antara dua variabel. Contohnya, kita tertarik untuk mengetahui bagaimana pengaruh jenjang pendidikan formal dengan sikap masyarakat terhadap poligami. Pada penelitian ini, variabel yang kita gunakan berjumlah dua, yaitu jenjang pendidikan formal dan sikap.

            Kondisi multivariat terjadi jika pada tujuan penelitian kita akan menggambarkan hubungan di antara tiga variabel atau lebih. Contohnya, kita tertarik untuk  mengetahui bagaimana pengaruh jenjang pendidikan formal dengan sikap masyarakat terhadap poligami dan dikontrol oleh jenis kelamin. Pada penelitian ini, variabel yang kita gunakan berjumlah tiga, yaitu variabel jenjang pendidikan formal, variabel sikap, dan variabel jenis kelamin.

            Misalnya kita tertarik untuk mengetahui berapa rata-rata kemampuan belanja masyarakat di suatu daerah, kita dapat membuat analisis univariat dari data variabel rata-rata kemampuan belanja tersebut. Apabila kita tertarik lebih jauh untuk menghubungkan variabel Rata-rata kemampuan belanja tersebut dengan variabel Status Pekerjaan orang yang bersangkutan maka kita membuat analisis bivariat. Melalui analisis bivariat ini kita melihat apakah ada perbedaan yang berarti dari mereka yang mempunyai Status Pekerjaan yang berbeda, dalam hal Rata-rata Kemampuan Belajar mereka ? Selanjutnya bila kita ingin mengetahui lebih jauh lagi, misalnya kita ingin membedakan antara yang wanita dan laki-laki, kita dapat memasukkan jenis variabel Jenis Kelamin ke dalam analisis bivariat tersebut. Jadi, tujuan penelitian kita adalah ingin mengetahui apakah ada perbedaan yang berarti antara wanita dan laki-laki yang mempunyai status pekerjaan yang berbeda, dalam hal Rata-rata  Kemmampuan Belanja. Analisis yang menyangkut lebih dari dua variabel ini merupaan analisis multivariat.

            Penggunaan ragam statistik ini juga terkait dengan teori yang digunakan dalam penelitian. Kemunculan variabel-variabel ini bukan karena keisengan dari peneliti namun memang sudah direncanakan sebelumnya dalam rencana penelitian.

SUMBER BUKU MATERI POKOK

SOSI4414/3SKS/MODUL1

STATISTIK SOSIAL

SEKIAN TERIMAKASIH J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Politik

Hubungan Antarkelompok di Indonesia

Sistem Sosial Talcott Parsons