Kelompok di Indonesia

 ASSALAMU’ALAIKUM. WR. WB

Pengertian Kelompok Primer

            Kelompok sosial kecil yang mempunyai karakteristik hubungan sosialnya sangat personal. Hubungan primer ini ditandai dengan banyaknya aktivitas yang dikerjakan bersama dalam hampir sepanjang waktu contohnya keluarga.

Pengertian Kelompok Sekunder

            Kelompok yang besar dan sifatnya impersonal hubungan di antara anggotanya lebih didasarkan pada kepentingan. Kelompok sekunder dibentuk oleh hubungan sekunder yang umumnya lebih luas dari kelompok primer. Misalnya, orang-orang yang bekerja di dalam kantor, orang-orang yang beraktivitas di sekolah atau kampus, hidup dalam ketetanggaan atau masuk dalam kegiatan partai/organisasi politik.

Kekuasaan dalam Tingkatan Kelompok

            Pemegang kekuasaan maupun sasaran kekuasaan dapat berupa kelompok sosial oleh karena itu di dalam kelompok sosial terdapat tingkatan-tingkatan kekuasaan. Tingkatan dalam kelompok yang memiliki kekuasaan ini dalam kehidupan sosial.

POLA HUBUNGAN ANTAR KELOMPOK DI INDONESIA

            Konsep dasar yang erat kaitannya dalam hubungan antarkelompok adalah kekuasaan. Kekuasaan akan berkombinasi dengan berbagai variabel lain sehingga akan menentukan bentuk dan pola hubungan antarkelompok. Kekuasaan yang dimaksudkan hasil pengaruh yang diinginkan sekelompok atau seseorang (Russel, 1988). Hasil pengaruh ini akibat kelebihan yang dimiliki kelompok atau seseorang atas sumber tertentu, baik materi maupun nonmateri, selanjutnya hasil pengaruh ini dapat menjadi saran untuk melakukan dominasi.

            Berikut ini ada beberapa pola yang dapat terbentuk dari hubungan antar kelompok yaitu :

1. Asimilasi, yaittu proses sosial yang timbul bila ada golongan-golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama sehingga kebudayaan-kebudayaan tadi masing-masing berubah wujudnya menjadi kebudayaan campuran. Biasanya golongan yang tersangkut dalam suatu proses asimilasi adalah golongan minoritas. Asimilasi terjadi bila kebudayaan masyarakat yang didatangi bersifat dominan. Dalam keadaan seperti itu, cara-cara dan tradisi-tradisi yang dibawa dari kelompok pendatang akan menjadi bagian dari kebudayaan yang mendominasi. Oleh karena itu, proses asimilasi membuat kelompok minoritas menjadi lebur karena anggota-anggota kelompok kehilangan beberapa ciri budayanya. Sementara itu, masyarakat yang didatangi menerima unsur-unsur baru dalam kebudayaannya. Unsur baru hanya memperkaya variasi, namun dapat pula menjadi penyebab perubahan yang cukup nyata di masyarakat.

2. Dominasi yaitu pola hubungan yang terjadi bila suatu kelompok menguasai kelompok lain.

3. Paternalisme yaitu pola hubungan yang terjadi bila kelompok pendatang mendominasi kelompok pribumi. Paternalisasi terjadi pada saat Indonesia dijajah belanda. Orang beanda sebagai kelompok pendatang setelah menjajah Indonesia selama 350 tahun. Awal mulanya, mereka mendirikan perusahaan dagang, lama-kelamaan mendirikan benteng dan menaklukkan raja-raja pribumi. Jumlahnya yang sedikit (minoritas) tidak mungkin mampu mengontrol wilayah yang demikian luas (jauh lebih luas dari negeri belanda sendiri). Raja-raja pribumi masih diberi kekuasaan terhadap penduduk, akan tetapi raja-raja itu harus mengakui kedaulatan belanda sebagai penjajah. Paternalisme juga sering dijadikan pola kerja sama antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil. Pengusaha besar memberi bantuan modal dan jaringan pemasaran kepada pengusaha kecil. Dalam istilah hubungan seperti itu pengusaha besar disebut bapak angkat sedangkan industri kecil disebut anak asuh.

4. Integrasi yaitu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan dalam masyarakat tetapi tidak memberikan makna arti penting pada perbedaan tersebut. Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersifat konformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi memiliki 2 pengertian yaitu (a) pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu. Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu. (b) sedangkan yang disebut integrasi sosial adalah jika yang dikendaikan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan. Suatu integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan.

5. Pluralisme, yaitu pola hubungan yang di dalamnya mengenal pengakuan persamaan hak politik dan hak perdata semua warga masyarakat namun memberikan arti penting lebih besar daripada pola integrasi. Dalam pola yang terakhir ini solidaritas masing-masing kelompok lebih besar.

Dimensi Hubungan antarkelompok

1. Dimensi sejarah: dimensi ini mengarahkan kajian kepada masalah tumbuh dan berkembangnya hubungan antarkelompok.

2. Dimensi institusi: institusi berfungsi sebagai pengendalian sosial, sikap, dan hubungan antarkelompok.

3. Dimensi Gerakan Sosial : dimensi gerakan sosial merupakan dimensi lain dalam hubungan antarkelompok. Seperti bagaimana berbagai gerakan sosial dilancarkan suatu kelompok untuk membebaskan diri dari dominasi yang dilakukan oleh suatu kelompok lain.

4. Dimensi sikap/perilaku: hubungan antarkelompok akan menimbulkan perwujudan sikap berupa prasangka (prejudice).

5. Dimensi perilaku kolektif: kecenderungan orang-orang adalah berperilaku dengan berpedoman pada institusi yang berlaku.

Hubungan Antarkelompok Berdasarkan Ikatan Primordial dan Nonprimordial

            Primordialisme berasal dari bahasa latin primus yang artinya pertama dan ordiri yang artinya tenunan atau ikatan. Ikatan seseorang pada kelompok yang pertama dengan segala nilai yang diperolehnya melalui sosialisasi akan berperan dalam membentuk sikap primordial. Pengelompokkan masyarakat atas dasar nonprimordialisme juga dapat terjadi di Indonesia yaitu pengelompokkan atas dasar kepentingan ekonomi, profesi dan (politik tetapi tidak berdasar etnik) seperti organisasi atau partai politik berdasarkan ideologi atau faham.

SUMBER BUKU MATERI POKOK

ISIP4214/3SKS/MODUL1-5

SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA

SEKIAN TERIMA KASIH J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Politik

Hubungan Antarkelompok di Indonesia

Sistem Sosial Talcott Parsons