Variabel

 ASSALAMU’ALAIKUM. WR. WB

Hubungan-Hubungan Variabel

Inti dalam penelitian ilmiah adalah mencari hubungan antara berbagai variabel. Hubungan yang paling dasar adalah hubungan antara dua variabel bebas dan variabel terikat. Berikut beberapa jenis hubungan variabel.

Hubungan Simetris

Variabel dikatakan memiliki hubungan simetris apabila variabel satu tidak dipengaruhi oleh variabel lainnya. Terdapat 4 kelompok hubungan simetris, yaitu:

1. Kedua variabel merupakan indikator sebuah konsep yang sama.

2. Hubungan yang bersifat kebetulan semata-mata.

3. Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional, dimana yang satu berada yang lainnya pun pasti disana.

4. Dua elemen merupakan akibat dari suatu faktor yang sama.

Hubungan Timbal Balik

Hubungan timbal balik adalah hubungan di mana suatu variabel dapat menjadi sebab dan akibat dari variabel lainnya. Harus Anda ketahui bahwa hubungan timbal balik bukanlah hubungan, maka tidak dapat ditentukan variabel yang menjadi sebab dan variabel  yang menjadi akibat.

            Uji statitstik yang digunakan untuk menguji independensi antar kedua variabel yang berskala nominal ini adalah chi-square test. Ada empat syarat dalam pengujian chi-square ini, yaitu distribusinya satu arah di sebelah kanan, dan peneliti harus menentukan nilai kritik dari distribusi chi-square dengan menentukan terlebih dahulu nilai alpha, hipotesisnya menggambarkan ada tidaknya hubungan, asumsi untuk sel fe atau jumlah setiap sel yang diharapkan adalah tidak ada nilai fe yang kurang dari 1 dan jumlah nilai fe yang kurang dari 5 tidak lebih dari 20% dan derajat bebas (degrees of freedom) diperoleh dari d.f.=(r-1)(c-1). Jika tidak memenuhi syarat fe pada kondisi variabel memiliki dua variabel, maka dapat digunakan yate’s correction for continuity.

            Pada tingkat pengukuran nominal dan kedua variabel memiliki hubungan yang simetrik, maka ada tiga uji statistik yang digunakan, yaitu phi, cramer’s v, dan contingency coefficient digunakan untuk menguji hubungan di antara variabel-variabel yang memiliki kategori bersifat dikotomi (2 kategori). Cramer’s v yang digunakan jika variabel bukan dikotomi dan menggunakan dasar chi-square test, dan koefisien kontingensi hanya dapat digunakan pada perbandingan 2 tabel dengan jumlah baris dan kolom yang sama jumlahnya.

            Lambda adalah suatu pengukuran asosisasi untuk variabel-variabel yang berskala nominal berdasarkan logika pengurangan proporsi kesalahan (PRE/proportional reduction in error). Prosedur perhitungan lambda biasanya digunakan untuk hubungan yang bersifat asimetrik. Lambda adalah statistik yang digunakan untuk mengevaluasi manfaat dari suatu variabel dalam memprediksi variabel lain.

            Ada tiga ujian statistik kekuatan hubungan simetrik pada tingkat pengukuran ordinal, yaitu kendall’s tau-b, kendall’s tau-c, dan gamma. Kendall’s tau-b digunakan jika kedua variabel yang dihubungkan memiliki jumlah kategori yang sama, sedangkan kendall’s tau-c digunakan jika kedua variabel yang dihubungkan memiliki jumlah kategori yang berbeda. Pada gamma, kita dapat menentukan ada tidaknya hubungan dengan membandingkan nlai Ns dan Nr. Jika Ns = Nr, maka tidak terdapat asosiasi. Jika Ns>Nr, maka asosiasinya bersifat positif. Jika Ns<Nr , maka asosiasinya bersifat negatif.

            Ukuran yang biasa digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel yang berjenis tak simetrik dan berskala ordinal adalah somer’s d. Dasar penggunaan somer’s d ini adalah perbandingan antara pasangan yang selaras dengan yang tidak selaras dalam suatu hubungan.

            Untuk menganalisis hubungan variabel, setelah menganalisis hubungan secara bivariat, maka kita lakukan analisis kontingensi, yaitu melakukan pengontrolan hubungan bivariat yang ada, dengan cara memasukkan variabel kontrol ke dalam hubungan bivariat tersebut, sehingga diperoleh hubungan trivariat.

            Untuk hubungan variabel yang berskala ordinal simetrik dapat digunakan salah satu dari sejumlah ukuran yang ada.

            Dalam melakukan pengontrolan dengan variabel kontrol, kita akan memperoleh analisis lebih jauh, terutama apabila hasilnya berbeda dengan hubungan bivariat yang belum dikontrol.

            Untuk menganalisis hubungan variabel, setelah menganalisis hubungan secara bivariat, maka untuk menelusuri lebih jauh tentang kondisi data kita dengan melakukan analisis kontingensi, kita lakukan pengontrolan dengan variabel kontrol, kita akan memperoleh analisis lebih jauh, terutama apabila hasilnya berbeda dengan hubungan bivariat yang belum dikontrol.

SUMBER BUKU MATERI POKOK

SOSI4414/3SKS/MODUL1-6

STATISTIK SOSIAL

SEKIAN TERIMA KASH J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Politik

Hubungan Antarkelompok di Indonesia

Sistem Sosial Talcott Parsons